Marah yang benar itu sulit



aristoteles
"Marah itu gampang. Tapi marah kepada siapa, dengan kadar kemarahan yang pas, pada saat dan tujuan yang tepat, serta dengan cara yang benar itu yang sulit"
(by Aristoteles)

Kemarahan diawali dengan ketidaksadaran dan biasanya diakhiri dengan penyesalan. Argumen tersebut tidak sepenuhnya benar asalkan jelas penyebab kemarahan tersebut asalkan tujuan dan penyebabnya serta tindakan yang kita lakukan sewaktu marah tidak berlebihan.

Marah itu baik jika tujuannya untuk menghentikan keburukan pada seseorang maupun diri sendiri demi memperbaiki keadaan asalkan tidak dibarengi dengan tindakan- tindakan yang berujung dengan kriminalitas yang sering terjadi akhir- akhir ini.
Kita harus bisa mengontrol kemarahan kita agar tidak menyesal kemudian.


Baca Selengkapnya

Add your Comment 0 comments


Puisi Ramadhan : Ketuklah Pintu Nya



Cepat merapat
Ramadhan kian dekat
Bulan pengampunan seluruh umat
Bagi yang tulus bertaubat

Seberapa besar dahaga akan nikmat surga
Sedekat engkau bersedia menahan rasa
Lapar, dahaga, nafsu yang membara
Tersiram dengan merdunya do'a

Malam-malam bulan puasa
Para malaikat merentang sayapnya
Menabur berkah pada sosok taat beribadah
Apa yang kau minta
Sementara nafas tinggal sehelai saja
Surga...

Ketuklah pintu-Nya
Dia tersenyum untuk kita
Kesempatan itu masih ada
Janganlah jadi makhluk sia sia
Semoga
(by Minie Kholik)





minie kholik


Baca Selengkapnya

Add your Comment 0 comments


Puisi Ramadhan : Tangis Tobat



Luluh lelehan penat
Akan hitam kewajaran jagad
Mendesak seluruh aliran eluh
Meluncur beriring peluh

Bukan sebab hilangnya syukur
Tidak pula sedih berhambur
Hanya bercermin dalam kekhusukan
Tertatap sulaman pekat silam
Mencecerkan noda dosa
Bertopeng kenikmatan dunia hina

Saat aurat tertutup jubah kain putih
Diri sujud pada Sang Hakekat
Ada sekat yang memipih
Namun sesal kian tebal

Ya Robb
Sang Maha Pemurah
Sambangilah jiwa penuh nanah
Doa teralun dari balik dinding hati
Berharap penyucian di bulan tanpa cela
Mohon ampuni hamba kotor ini
Allah pasti telah mendengarku

Tapi kenapa?
Kenapa nafasku masih berkeretakan?
Sedang isak makin menyesakkan

Aku lelah
Namun aku percaya
Ada ikan di balik air keruh
Tercipta ketenangan setelah bergemuruh
(by Minenk Putri Karso Suyitno)





Minenk Putri Karso Suyitno


Baca Selengkapnya

Add your Comment 0 comments


Puisi Ramadhan : Elegi Ikatan Bulan



Larangan ini
Menggebuk nurani
Perbedaan jalan
Tajam menganga...

Kiri kanan hamparan goda
Tenggelam menciut buih tersaput
Formosa, tinggalmu bukan dibalik kemulmu…
Banjir kata menghujan darah

Langkah, lirih, tatapan
Ucapan, deru dan perasaan
Bukan menahan asupan atau nutrisi tidak seimbang

Hakiki mahluk wajar
yang diciptakan dari pijar
Memuja dan merindukan cinta
kenaikan arsy Nya…

Dalam remang ada insan gemetaran
Mencukil bekal pondasi hari dikawal
Ia lakukan di bawah bantal kemulan

Sulit memisahkan sisi
Takut Pencipta atau penggaji
Mengagungkan Pencipta diri
Dan menghargai penggaji…
Memupuk taqwa Menabung masa dunia

Membiakkan syahwat menghujat niat
Lilit usus pemeras keringat haus
Namun tetesan penghargaan hanya dibalik awan
Kehilangan aqidah lenyap itikaf dilebur salah…

Kemana kebiasaan di rumah muslimin muslimah?
Mereka yang tersayat jiwa dan kalbunya
Mereka yang terluka hampa dan rasanya
Mereka yang tersunat niat dan seujung taat
Mereka yang tersisih dari keyakinan dan impian…

Jika hak manusia beragama
Apa bedanya kami teraniyaya?
Ramadhan sesemilir kebisuan yang terlahir
Undang-undang yang terbungkam

Pemaksaan yang terjalur karam
Rongrongan nafsu menggelitik
Melongok disela cuti dan purnama picik

Harusnya berhenti bertanya
Saat nadi ditelikung kaum duafa…
Jika semua adalah hak mereka,
Lantas apa kewajiban mereka?
(by Okti Li)





Okti Li


Baca Selengkapnya

Add your Comment 0 comments


Puisi Ramadhan : Sahur Cinta



Pekat malam memikat kelam
Bulir detik bergulir tiada disadar
Nikmatnya nyenyak tercumbui mimpi
Betapa letih raga telah berpendar

Senyap dicekat
Saat berdentang sirine bunyi handphone
Dari bawah penyangga kepala tak bertenaga

Tersentak..Bergeliat..
Erangan enggan telak mencuat
Sedang deringan terus mendesak
Terangkatlah sambungan masih dalam pejam

Namun salam tak luput menyambut
Tak peduli siapa gerangan di seberang
"Wa'alaikumsalam sayang...."
"Sahurrrr....mama sahurrr..."

Beruntun gaung suara malaikat jiwa
Dari dua makhluk terindah penyemangat nyawa
Enggan enyah sudah
Geliatan pergi entah
Senyum terkulum beratribut indah

Sekejap mata suami suguhkan semangkuk menu sahur cinta
Putriku pernikmat dengan secawan keceriaan ramadhan
Begitu kehangatan selaksa tercipta
Dalam sahur bersama meski sendirian
(by Minenk Putri Karso Suyitno)





Minenk Putri Karso Suyitno


Baca Selengkapnya

Add your Comment 0 comments


Puisi Ramadhan : Rindu kami rindu ramadhan



Gema suci mulai terasa
mengalir di setiap detak detak relung kalbu ku
Aku hanya bisa terpekur
Dalam galau dan gundah hati

Akankah dapat ku lalui
Atau akan sia-sia kah ramadhan ini
Ya Allah , ku hanya bisa teriakan nama Mu

Akankah Kau dengar senandung kami
Senandung rindu kami pada ramadhan Mu
Senandung rindu kami saat khusyuk berhadapan dengan Mu
Dan senandung rindu kami pada Lailatul Q'dar Mu

Ya Allah, andai mampu ku jalani tauhid Mu
Tapi andai kami tak mampu beri kami ampunan Mu
Karena kami disini terpuruk pada ke tidak berdayaan kami
Wahai Allah Tuhan ku sampaikan salam rindu kami pada ramadhan Mu

Kelak akan ku jemput ramadhan Mu
Dengan bersorbankan gema takbir kemenangan ku
Allahu Akbar..Allahu Akbar..Allahu Akbar..
Laillah ha ilallah hu Allahu Akbar..Allahu Akbar WalillaHilham...
(by Dewi Mahari)





Dewi Mahari


Baca Selengkapnya

Add your Comment 0 comments


Kata Mutiara: Cinta bertepuk sebelah tangan



Ketika malam datang
Bulan pun mulai menampakkan sinarnya
Harus aku akui bahwa aku merindukanmu
Walau aku tau bahwa cintaku bertepuk sebelah tangan

Kamu adalah seorang yang telah mengisi ruang hampa dihatiku
Yang tak pernah akan terganti oleh siapapun
Aku ingin bersamamu
Walaupun hanya sesaat

Dan ingin katakan bahwa aku cinta padamu
Dan tak mau kehilangan kamu sampai kapanpun
Tapi sayang itu sebuah angan- angan yang takkan pernah terjadi
(By Efendy Ali)



Efendy Ali


Baca Selengkapnya

Add your Comment 0 comments


 

© 2012 Kata Pedia All Rights Reserved Thesis WordPress Theme Converted into Blogger Template by Hack Tutors.info